Cari Blog Ini

Memuat...

Formulir Order via Email

Nama

Email *

Pesan *

Home » , » Hebatnya Sholat Syaikh Siti Jenar

Hebatnya Sholat Syaikh Siti Jenar

Written By M Imron Pribadi on Sabtu, 24 Oktober 2009 | 19.02

HEBATNYA SHOLAT SYAIKH SITI JENAR
Balas Topik Ini
Menampilkan semua 4 kiriman oleh 4 orang.

Kiriman 1
Ade Imda Firmansyah menulis8 jam yang lalu
"Peliharalah semua sholatmu dan berdirilah untuk Allah (dalam sholat) yang khusuk" ( Qs. 2:28).

Secara lahiriyah sholat diakukan dengan berdiri, rukuk, sujud, dst sambil membaca Al Fatihah, dst...kesemuanya melibatkan keselurahan anggota badan. Ini adalah sholat jasmani dan fisikal saja.

Tetapi menurut SSJ sholat yang benar adalah sholat wustha' adalah sholat yang didukung dengan hati, atau sholat hati atau sholat ditengah-tengah, karena hati terletak ditengah tengah yaitu sholat ditengah "diri kita.

Sholat hati adalah sholat penyeimbang hidup manusia yaitu sholat untuk mensucikan hati dan diri, maka sholat ini sangat penting esensinya untuk penyembh hati yang penuh luka dan penyakit. bahkan dengan sholat ini dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Inilah makna hakekat shola tdapat mencegah keji dan mungkar. berarti kalau kita masih memiliki perbuatan keji dan mungkar maka sholat kita masih sholat jasmani saja belum masuk dalam kategori sholat hati.

Maka SSJ pada jamannya mengkritik sholat yang diajarkan oleh para wali songo karena tidak akan mendaptkan apa-apa, mereka hanya mengajarkan sholat jasmani saja.

Maka sholat yang dilakukan para wali hanyasekedar menjadi pelaksanaan hukum fiqh saja, tetapi makna hakeat sholat tidak berarti dan tidak memiliki fungsionalnya sholat, inilah sholat yang sia-sia sebagaimana sholat orang kebanyakan manusia modern saat ini.

Krikan SSJ yang sangat tajam :

Shahadat, sholat, zakat, haji itu semua telah menjadi palsu
Tidak bisa dijadikan anutan
Hanya menghasilkan kerusan di Bumi
Membohong mahluk lain
Hanya ingin surga kelak
Orang bodoh mengikuti para wali
Sementara kenyataanya sama saja belum mencapai tahapan hening

Astagfirullah.... subhanallah....
Balas ke Ade ImdaLaporkan

Kiriman 2
Salam Sohib menulis6 jam yang lalu
SSJ Tidak Pernah Sholat kok di bilang SSJ Sholatnya Hebat Mas, Klaw yg Sholat Hanya Hati. Berarti Hati aja dong yg dapat pahala & masuk sorga. sedangkan anggota tubuh yg lain tidak sholat dan Msuk neraka..
Balas ke SalamLaporkan

Kiriman 3
Febriady Hamsi Tamal menulis5 jam yang lalu
sebenarnya SSJ mengajarkan (hening) itu tentang alam kematian yang menurut versinya adalah kehidupan yang sebenar2nya,klo wali songo kan saat inilah kehidupan yg akan menuju kematian.......kedua-duanya g ada yg salah koq,tergantung kita memandang pendalamannya dari sisi yg mana,

syareat,hakikat,tarikat,.....klo makrifat tidak akan mampu diwakili dengan kata2 jdi g perlu kita bahas.
Balas ke FEBRIADYLaporkan

Kiriman 4
Candiki Repantu menulissekitar sejam yang lalu
"Celakalah org2 yg salat...yg mereka lalai dlm salatnya... yg memiliki sifat riya....."
"Celakalah org2 yg salat...yg mereka lalai dlm salatnya... yg memiliki sifat riya....."
Balas ke CandikiLaporkan

Kiriman 5
Anda membalas kiriman Salampada 10 Juli 2009 jam 20:23
@ Mas Salam Sohib :
Selama ini saya belum pernah membaca risalah yang menyatakan SSJ tidak pernah sholat, kalau ada tolong aku kasih referensinya, biar saya baca. Terima kasih kalau sudi memberi tahu.

Sholat whustha atau yang disebut sholat hati oleh SSJ adalah sholat jasmani harus disertai sholat hati, karena sholat jasmani itu tidak akan sampai ke Allah. dengan kata lain sholat hati yang dimaksud adalah Khusuk dalam sholat, yaitu menghadirkan hakekat setiap bacaan dalam sholat harus terucap dan masuk dalam hati. dengan membunuh semua unsur sifat kemanusiaan atau sifat jasmani kita, sehingga tanpa kita sadari gerakan jasmani kita sudah menyatu dengan gerakan hati dan perintah hati.

Sebenarnya SSJ dan juga saya tidak perduli masuk surga atau neraka yang jelas rasa cinta dan kasih sayangku dan SSJ tidak tergadaikan oleh siapapun dan apapun.

Kira-kira demikian. Astagfirullah......
Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 6
Anda membalas kiriman FEBRIADYpada 10 Juli 2009 jam 20:27
Ok sependapat Mas...
Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 7
Pulung Tri Handoko menulispada 11 Juli 2009 jam 11:29
kalo menurut saya bukan hebatnya shalat SYEH SITI JENAR tapi " BETAPA HEBAT DAN DAHSYATNYA SHALAT " jika anda memahami kembali apa yang di lakukan syeh siti jenar tidak lebih adalah sebuah aplikasi dari Al-Quran, coba anda cari dan lihat di Al-Quran di situ sudah tertulis adanya shalat da'im.
SSJ hanyalah salah satu insan yang mencoba mengaplikasikan apa yang sudah ada dalam Al-Quran,jadi hati2 mas SSJ tidak pernah mau di sanjung2 karena bukan seperti itu apa yang di harapkan SSJ kpd pengikutnya.....

menjelaskan lagi kalo ada yang bilang ma'rifat tidak mampu di wakili dengan kata2 hati2 mas Al-Quran lebih dari ma'rifat mas... di situlah muara kita memahami ma'rifat jadi sudah ada mas kata2nya

maaf sok tahu.... hehehe
Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 8
Betza Aldyz menulispada 11 Juli 2009 jam 16:20
sholat tetaplah shlolat yg kita kenal selama in, dari allahuakbar hg salam.. tp dlm kondisi sholat, kita ini sedang menghadap Sang Pencipta. bagaimana hati kita tdk akan luruh?

mmg sulit utk menjadi khusuk -apalg utk org seperti saya-, tp paling tdk kita berusaha menjadi 'hening' hanya tertuju pd sang Rabb...
Balas ke BetzaLaporkan

Kiriman 9
Yudhia Patriana menulispada 11 Juli 2009 jam 20:57
Sholat kusyuk bukan sulit lagi mbak Betza, tapi memang kita gak bakal bisa...
Balas ke YudhiaLaporkan

Kiriman 10
Handoko Soesanto menulispada 12 Juli 2009 jam 3:53
as.kum. Mhn maaf sblmnya , Siti Jenar laki-laki atau perempuan atau banci ??? kalo laki-laki koq namanya Siti ?? Kira2x , saudara-saudari sudah menanyakan dengan yang punyaNya Siti.....
Balas ke HandokoLaporkan

Kiriman 11
1 balasan
Betza Aldyz menulispada 12 Juli 2009 jam 13:22
@Yudhia P: knp gak bakal bisa pak?

'Peliharalah semua sholatmu dan berdirilah untuk Allah (dalam sholat) yg khusuk' (Qs.2:28)
Saya yakin pasti bisa tergantung bagaimana usaha kita, Allah tdk akan berfirman yg menyulitkan makhlukNYa.... Kita sdh merasakan banyak kemudahan yg Allah berikan pd kita, hanya kadangkala kita yg kurang berterimakasih.

Seharusnya mmg kita sholat bukan hanya sekedar sholat yg melakukan gerakan dan membaca doa2 tp lebih memahami apa arti setiap gerakan dan doa yg kita lakukan....

saya sendiri masih belajar kok... mari kita sama2 belajar... insyaallah ridho Allah menyertai... amin...
Balas ke BetzaLaporkan

Kiriman 12
Anda membalas kiriman Betzapada 12 Juli 2009 jam 17:52
@ Mbak Betza :

Sholat khusuk itu bisa diciptakan dan dibentuk setiap saat dan setiap waktu, tentunya kalau kita sudah terbiasa.
Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 13
Anda menulispada 12 Juli 2009 jam 18:16
@ Mbak Betza :
@ Mas Yudhi :

Sekedar sekapur sirih yang masih jauh dari sempurna :

Sholat khusuk itu bisa diciptakan dan dibentuk setiap saat dan setiap waktu, tentunya kalau kita sudah terbiasa. Untuk menjadi terbiasa khusuk dalam sholat, yang paling urgent untuk pertama kali adalah harus dipastikan terciptanya syariat sholat itu sendiri. Kemudian kita tingkatkan sholat syariat menjadi sholat dalam tahap sholat makrifat, atau sholat batin, sehingga menghasilkan sholat dhaim.


Sebagai suluk dalam hal ini harus dipastikan kita telah membentuk niat sholat sejak awal dalam hati kita dengan tulus dan ikhlas. Barulah kita bisa memasukkan sholat kita didalam hati, hingga menjadi sholat hati.

Proses suluk ini karena melibatkan proses suluk yang melibatkan hati maka kita harus terlebih dahulu memahami akan siapa dan hakekat kita seperti apa. Mudahnya kita harus menjadikan hati kita sebagai sahabat kita.

Proses suluk selanjutnya memastikan pikiran kita sudah benar dalam proses berfikirnya, karena hati tidak akan bersih dari seluruh penyakit hati kalau proses berfikir kita masih salah, berfikir yang salah adalah proses berfikir yang didalamnya masing mengandung hal-hal negatif, prasanga jelek, amarah, iri dengki, hasud , tamak, riya, ujub, sum’ah dsj. Ini harus dibuang dari proses berfikir kita. Maka barulah kita bisa bersahabat dengan hati kita.

Untuk menciptakan khusuk syarat utama adalah kita harus bersahabat dengan hati, cara bersahabat dengan hati adalah sebagai mana proses tersebut diatas. Setelah kita dapat bersahabat dengan hati maka kita dapat berbicara dengan hati kita. Perlu diketahui ruh kita itu sebenarnya berdiam diri didalam hati kita, kenapa kita tidak tahu kalau ada ruh didalam hati kita, karena kita tidak pernah khusuk didalam sholat, mengapa tidak pernah khusuk didalam sholat karena kita tidak bersahabat dengan hati kita. Mengapa tidak bersahabat dengan hati kita, karena prilaku kita selalu menghianati hati sanubari kita. Pada tahap inilah kita dengan sendirinya dapat menyembuhkan penyakit yang jasmani dan rohani kita dapat kita sembuhkan, bahkan apapun keinginan kita kalau mau dapat terjadi. Dan tahap inilah hakekat doa manusia akan terkabul dengan cepat, dam karena kita tidak pernah berdoa dengan prosesi seperti inilah doa kita seakan-akan tidak pernah didengar oleh Allah. Bahkan nyaris tidak ada yang terkabul.

Sholat itu adalah prosesi penyembahan kepada Allah yang berdomisili didalam ruang hati kita. Tentunya Allah tidak akan masuk dalam hati kita kalau singgasana kecil Allah kotor penuh penyakit hati. Maka sampai kiamat jangan pernah berharap sholat kita akan khusuk kalau hati kita sebagai tempat singgasana kecil Allah berdomisili didalam diri kita selalu kita kotori dengan prilaku kebinatangan kita.

Dengan sholat khusuk maka kita dapat bersahabat dengan hati, dengan bersahabat dengan hati maka kita dapat komunikasi dengan hati kita, setelah dapat komunikasi dengan hati kita, maka kita dapat berhubungan dengan ruh kita, setelah kita dapat berhubungan dengan ruh kitalah maka kita dapat merasakan kehadiran Allah, setelah kita dapat merasakan kehadiran Allah, maka kita akan fana dalam kejadiran Allah, hingga kita menjadi baqa dalam hati kita, hingga sealnjutnya kita tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata, bahkan pikiran kita dan ruh kita sendiri.


Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 14
1 balasan
Salam Sohib menulispada 13 Juli 2009 jam 10:41

@ Mas Imron Pribadi...
sy juga Pengemar SSJ.
Kenapa Sy Mengatakan SSJ itu tdk Shalat. karena SSJ sdh meniadakan dirinya ( kajian Ma'rifat ) . jika SSJ masih mengaku dia yg Sholat tdk mungkin ilmunya seperti itu. SSJ itu Mengenal TUHANNYA yg Sejati.
klau Sholat Hati itu masih pd kajian Tarekat Ke Hakikat mas. Klau SSJ Hanya Melakukan sholat Hati. Niscaya Anggota Tubuh yg Lain Akan Menuntut SSJ.Karena Bukan Hati Saja Yang Ada di Tubuh SSJ.

@ Mas Yudhia ; Sy Sangat Setuju Mas...

@ Bedza aldyz...
yg Sebenar2nya Sholat ialah Menghilangkan nama & makna...
Sholat itu mi'rajnya Orang Mukmin.( Sholat yg sebenarnya, Sholatnya Orang Yg Sdh Mengenal dirinya & Tuhannya. ilmulyakin, ainal yakin, Haqul yakin, Kamalul yakin).
Belajar Sholat itu bukan semudah yg dibayang kan. (Fi'li, Kauli , Qalbi, Nafas, Tanafas, Ampas, Nufus & masih byk lagi).
Belajar...belajar... hingga Akhir Hayat, Jgn Berputus Asa Amalkan Ilmu yg sudah ada. ( apa pun Ilmunya ).






Balas ke SalamLaporkan

Kiriman 15
Anda membalas kiriman Salampada 21 Juli 2009 jam 0:25
@ Mas Salam Sohib :
benar yang anda katakan, memang itulah sholat yang diajarkan oleh SSJ adalah sholat hati, tetapi orang tida mungkin akan mencapai sholat hati kalau belum didahului oleh sholat syariat dulu, memang inilah hebatnya sholat SSJ yaitu antara sholat syariat dan sholat hati di ajarkan kepada muridnya secara bersamaan, bedanya dengan para wali songo yaitu murid yang sudah memahami betul sholat syariat baru semacam di baiat untuk mennajalankan sholat hati. tetapi ada beberapa wali yang tidak mengajarkan sholat hati., karena sholat hati itu merupakan proses suluk yang bersifat indifidual. seingga tidak mungkin diajarkan secara klasikal. memang jalan yang ditempuh para wali dalam mengembangkan ajarannya berbeda-beda caranya untuk mencapai tujuan yang sama.

karena SSJ dalam proses pengajaran sholat hati dan syariat dikerjakan bersama-sama maka ajaran SSJ semaki terkenal, mungkin karena ada motif kepentingan politik pada saat itu SSJ harus menerima sanksi dari DEWAN WALISONGO untuk di hukum karena ajarannya. Saya yakin 100% adalah motif politik dan untuk kepentingan umat secara universal.

marilah kita kembangkan sholat pola SSJ ini, karena memang sholat dengan pola SSJ ini benar-benar sesuai Al-quran hasilnya yaitu :

"Sesungguhnya sholat itu dapat mencegah keji dan mungkar" dengan shlat hati 100% keji dan mungka benar-benar hilang bahkan dengan sholat hati oleh para penganut tasawuf modern dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu.
Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 16
Salam Sohib menulispada 21 Juli 2009 jam 1:01

Sholat Hati bukanlah berarti meninggalkan Sholat yg di syariatkan...


[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, hal. 47]
فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا * فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح
فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى * وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح

Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan
juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.
Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu.

Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?.

syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat
(Jawa sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, dan sembah rasa).
Balas ke SalamLaporkan

Kiriman 17
Riza Izzati menulispada 21 Juli 2009 jam 8:22
Lebih arif, simak dan fikir serta ambil saripatinya terhadap ajaran beliau.
Hanya yg "sudah/pernah" fana saja yg bisa memfahami ajaran beliau, karena ini bukan sekedar teori, tapi praktek.
Jadi tinggalkanlah perdebatan.
Salam hormat
Riza
Balas ke RizaLaporkan

Kiriman 18
Lingga Pradana menulispada 21 Juli 2009 jam 13:19
emmm ckckckckcck
nyimak dulu ahh
Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 19
1 balasan
Resdiono Brengos menulispada 21 Juli 2009 jam 14:57
sholatnya SSJ, caranya gimana? pengeterapannya gimana?
Balas ke ResdionoLaporkan

Kiriman 20
1 balasan
Asy'ari Al-Habasyi menulispada 21 Juli 2009 jam 15:20
Shalat yang benar adalah shalat yang dilakukan berdasarkan aturan dzat yang memerintahkan shalat (ALLAH). Shalat tersebut telah dicontohkan oleh nabi, sehingga beliau bersabda: Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.
Ketika seseorang seseorang telah melaksakan shalat dengan benar secara fisik, maka berarti ia telah menunaikan perintah Allah, tapi ia akan mendapatkan keberuntungan yang besar di dunia dan akhirat apabila ia menjalankannya dengan khusu' (menhadirkan rasa takut dan pengagungan kepada Allah dalam hati).
Jaadi mungkinkah seseorang melakukan shalat dengan khusu' apabila secara fisik saja dia tidak mau tunduk terhadap aturan Allah (tidak shalat atau shalat semaunya???!!!.....)
Balas ke Asy'ariLaporkan

Kiriman 21
Salam Sohib menulispada 21 Juli 2009 jam 15:49
@ Riza izzati
Saya sangat setuju apa yg mas Riza katakan...
Balas ke SalamLaporkan

Kiriman 22
Zainal Abidin A menulispada 21 Juli 2009 jam 16:56

saya pernah dengar bahwa sholat yang kita kenal sekarang ini adalah sholat yang dipakai oleh orang pada jaman Nabi untuk menyembah berhala..jadi Nabi SAW tidak membawa suatu ritual baru,karena sudah dianggap menyatu dengan budaya masyarakat setempat...Nabi SAW hanya membawa "KONSEP KETUHANAN" baru bagi masyarakat sekitar pada waktu itu...benarkah demikian??
Balas ke ZainalLaporkan

Kiriman 23
Lingga Pradana membalas kiriman Asy'aripada 21 Juli 2009 jam 17:10
@ asy'ari Al-Habasyi

dari banyak pendapat cuma ini yang menurut saya benar

knpa slma nich sya tidk bgtu suka dgn SSJ slh satu'a kosep SHOLAT yg tidk ssuai dgn ROSUL
Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 24
Lingga Pradana menulispada 21 Juli 2009 jam 17:30
“Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingatku.” QS. 20 : 14

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat (mu), ingatlah Allah diwaktu kamu berdiri, diwaktu duduk, dan diwaktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” QS. 4 : 103

“Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) shubuh. Sesungguhnya sholat shubuh itu disaksikan (oleh para malaikat).” QS. 17 : 78

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar sholat (mu), jika kamu takut diserang oleh orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.” QS. 4 : 101

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang sholat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah dating golongan yang kedua yang belum sholat, lalu sholatlah mereka bersamamu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.” QS. 4 : 102

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseur untuk menunaikan sholat pada hari jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” QS. 62 : 9

“Bangunlah (untuk sholat) di malam hari, kecuali sebagian kecil (daripadanya),” QS. 73 : 2

“Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” QS. 25 : 64

“dan pada sebagian malam hari sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” QS. 17 : 79

“Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat dimalam hari dan diwaktu terbenam bintang-bintang (diwaktu fajar).” QS. 52 : 49

“Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” QS. 76 : 26

“Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan naman yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam sholatmu dan jangan pula merendahkannya, dan carilah jalan tengah diantara keduanya.” QS. 17 : 110

“Maka kecelakaanlah bagi orang-oarng yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya. Dan enggan menolong dengan barang yang berguna.” QS. 107 : 4-7

“Katakanlah: Rabb-ku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan katakanlah: “Luruskanlah muka (diri) mu disetiap sholat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaiman Dia telah menciptakan kamu pada permulaan, (demikian pulalah) kamu akan kembali (kepada-Nya).” QS. 7 : 29

“Hai-orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” QS. 2 : 153

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (al Quran) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya meningat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS. 29 : 45

“Dan dirikanlah sholat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” QS. 11 : 114

"Sungguh Kami melihat wajahmu sering menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke Kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil-Haram, dan di mana saja kalian berada maka palingkanlah wajah kalian ke arahnya." (QS. 2 : 144)

"Jagalah shalat-shalat dan shalat wustha (shalat 'Ashar), serta berdirilah untuk Allah 'azza wa jalla dengan khusyu'." (Al-Baqarah:238)

Perintahkanlah anak-anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika berumur sepuluh tahun (jika mereka enggan untuk shalat) dan pisahkanlah mereka di tempat-tempat tidur mereka masing-masing." (HR. Al-Hakim, Al-Imam Ahmad dan Abu Dawud)

"Pembukaan (dimulainya) shalat dengan takbir dan penutupnya dengan salam." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim)

"Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah." (Muttafaqun 'alaih)

"Saya telah diperintahkan untuk sujud dengan tujuh sendi." (Muttafaqun 'alaih)

"Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk mesjid, lalu seseorang masuk dan melakukan shalat lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: 'Kembali! Ulangi shalatmu! Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, ... Orang itu melakukan lagi seperti shalatnya yang tadi, lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: 'Kembali! Ulangi shalatmu!t Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, ... sampai ia melakukannya tiga kali, lalu ia berkata: 'Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, saya tidak sanggup melakukan yang lebih baik dari ini maka ajarilah saya!' Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: 'Jika kamu berdiri hendak melakukan shalat, takbirlah, baca apa yang mudah (yang kamu hafal) dari Al-Qur`an, kemudian ruku'lah hingga kamu tenang dalam ruku', lalu bangkit hingga kamu tegak berdiri, sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud, bangkitlah hingga kamu tenang dalam duduk, lalu lakukanlah hal itu pada semua shalatmu." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim)

Jika seseorang dari kalian duduk dalam shalat maka hendaklah ia mengucapkan At-Tahiyyat." (Muttafaqun 'alaih)

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "Bagaimana pendapat kamu kalau sebuah sungai dimuka pintu salah satu kamu, dan ia mandi daripadanya setiap hari lima kali, apakah masih ada tertinggal kotorannya? Jawab sahabat : Tidak. Maka demikianlah shalat lima waktu, Allah menghapus dosa-dosa dengannya." (HR. Bukhari, Muslim)

Ibnu Mas’ud r.a. berkata : "Seorang lelaki mencium perempuan, maka ia datang kapada Nabi saw. Untuk memberitahukan hal itu. Maka Allah menurunkan : Aqimishsholata thorofayinnahari wazulafam minal laili innal hasanati yudzhibnassayyi’ati (Tegakkan sholat pada pagi dan sore, dan pada waktu malam. Sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapus dosa-dosa), maka orang itu bertanya : Apakah hukum ini khusus untukku? Jawab Nabi : Untuk semua umatku." (HR. Bukhari, Muslim)

Ustman bin Affan r.a. berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : "Tiada seorang muslim yang menghadapi sholat fardhu, lalu menyempurnakan wudhu, khusyu serta ruku sujudnya, melainkan dapat dipastikan shalat itu menjadi penebus dosa yang terjadi sebelumnya selama tidak melakukan dosa-dosa besar. Dan itu untuk selama-lamanya." (HR. Muslim)

Abu Zuhair (Umarah) bin Ruwaibah r.a. berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda : "Tidak akan masuk kedalam neraka seorang yang sholat shubuh sebelum terbit matahari dan sholat ashar sebelum terbenam matahari." (HR. Muslim)

Jundub bin Sufyan r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda :" Siapa yang telah shalat shubuh, maka ia dalam pengawasan Allah, maka waspadalah hai putra Adam, jangan sampai Allah menuntut kamu karena telah mengganggu sesuatu yang dibawah pengawasan Allah." (HR. Muslim)

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "Silih berganti padamu malaikat malam dengan malaikat siang, dan berkumpul mereka dalam sholat shubuh dan ashar, kemudian naik yang telah bermalam sama kamu maka ditanya oleh Allah yang lebih mengetahui tentang hamba-Nya: Bagaimana kamu tinggalkan para hamba-Ku? Jawab malaikat : Kami tinggalkan mereka sedang shalat dan datang pada mereka juga ketika mereka sedang shalat." (HR. Bukhari, Muslim)

Buroidah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "Siapa yang meninggalkan sholat ashar, maka telah gugur semua amalnya." (HR. Bukhari)

Abu Hurairah r.a. berkata : Nabi saw bersabda: "Siapa yang pergi pada pagi atau sore hari ke Masjid, maka Allah menyediakan untuknya hidangan di sorga tiap ia pergi baik pagi atau sore." (HR. Bukhari, Muslim)

Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw bersabda : "siapa yang bersuci di rumahnya kemudian berjalan ke masjid untuk menunaikan sholat fardhu, maka semua langkahnya dihitung yang satu untuk menghapuskan dosa dan yang kedua untuk menaikkan derajat." (HR. Muslim)

Ubay bin Ka’ab r.a. berkata: "Ada seorang sahabat Anshor, tiada seorang yang saya kenal lebih jauh rumahnya daripadanya, tetapi ia tak pernah terlambat sholat jamaah di Masjid. Maka ia ditegur : Andaikan engkau membeli keledai untuk kendaraanmu diwaktu gelap atau panas. Jawabnya : saya tidak ingin kalau rumahku disebelah masjid, saya ingin tercatat dalam amal kebaikanku perjalananku ke Masjid dan kembaliku ke rumah keluargaku. Nabi saw bersabda : Allah telah mengumpulkan bagimu semua itu." (HR. Muslim)

Abu Musa r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "sesungguhnya sebesar-besar manusia pahalanya dalam sholat adalah yang terjauh jarak perjalanannya dan orang yang menantikan sholat untuk berjamaah dengan imam lebih besar pahalanya daripada orang yang sholat sendiri untuk segera pulang tidur." (HR. Bukhori, Muslim)

Buroidah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "Sampaikan berita gembira kepada mereka yang berjalan di malam gelap pergi ke masjid, bahwa untuk mereka telah disediakan cahaya yang cukup pada hari kiamat." (HR. Abu Dawud, Attirmidzi)

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "Sukakah saya tunjukkan kepada kamu apa yang dapat menghapus dosa dan meninggikan derajat? Jawab sahabat : Baiklah ya Rasulullah. Kemudian rasulullah bersabda : menyempurnakan wudhu dalam masa keberatan (kesukaran) dan banyak melangkahkan kaki ke masjid, dan menantikan sholat setelah selesai sholat yang pertama. Maka inilah yang dinamakan kewaspadaan dalam memelihara perintah Allah (arribaath). Maka inilah yang disebut arribaath." (HR. Muslim)

Abu Sa’id Alkhudry r.a. berkata : Nabi saw bersabda : "Jika kamu melihat seseorang yang biasa ke masjid maka saksikanlah oleh kamu bahwa ia beriman. Sebagaimana firman Allah swt : Innama ya’muru masjidallah man amana billahi wal yaumil akhir (Sesungguhnya yang memakmurkan masjid itu, ialah orang beriman kepada Allah dan hari kemudian." (HR. Attirmidzi)

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "selalu seseorang itu teranggap dalam sholat, selama tertahan oleh menantikan sholat, tiada yang menahannya untuk kembali ke rumahnya hanya semata-mata karena menantikan sholat." (HR. Bukhari, Muslim)

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "Para malaikat selalu mendoakan seseorang itu selama ia ditempat sholat yang baru ia selesaikan, selama ia tidak berhadas. Malaikat berkata : Allahummaghfirlahu allahummarhamhu (Ya Allah ampunkan baginya Ya Allah kasihanilah ia)." (HR. Bukhari)

Anas r.a. berkata : "Rasulullah saw pada suatu malam mengakhirkan sholat isya hingga tengah malam, kemudian ia menghadap kepada kami setelah selesai sholat, maka ia bersabda : Orang-orang banyak yang telah sholat dan pulang tidur, sedang kamu tetap dianggap dalam sholat selama kamu menantikan sholat." (HR. Bukhari)

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "Bagaimana pendapat kamu kalau sebuah sungai dimuka pintu salah satu kamu, dan ia mandi daripadanya setiap hari lima kali, apakah masih ada tertinggal kotorannya? Jawab sahabat : Tidak. Maka demikianlah shalat lima waktu, Allah menghapus dosa-dosa dengannya." (HR. Bukhari, Muslim)

Ibnu Mas’ud r.a. berkata :"Seorang lelaki mencium perempuan, maka ia datang kapada Nabi saw. Untuk memberitahukan hal itu. Maka Allah menurunkan : Aqimishsholata thorofayinnahari wazulafam minal laili innal hasanati yudzhibnassayyi’ati (Tegakkan sholat pada pagi dan sore, dan pada waktu malam. Sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapus dosa-dosa), maka orang itu bertanya : Apakah hukum ini khusus untukku? Jawab Nabi : Untuk semua umatku." (HR. Bukhari, Muslim)

Ustman bin Affan r.a. berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : "Tiada seorang muslim yang menghadapi sholat fardhu, lalu menyempurnakan wudhu, khusyu serta ruku sujudnya, melainkan dapat dipastikan shalat itu menjadi penebus dosa yang terjadi sebelumnya selama tidak melakukan dosa-dosa besar. Dan itu untuk selama-lamanya." (HR. Muslim)

Abu Zuhair (Umarah) bin Ruwaibah r.a. berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda : "Tidak akan masuk kedalam neraka seorang yang sholat shubuh sebelum terbit matahari dan sholat ashar sebelum terbenam matahari." (HR. Muslim)

Jundub bin Sufyan r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "Siapa yang telah shalat shubuh, maka ia dalam pengawasan Allah, maka waspadalah hai putra Adam, jangan sampai Allah menuntut kamu karena telah mengganggu sesuatu yang dibawah pengawasan Allah." (HR. Muslim)

Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "Silih berganti padamu malaikat malam dengan malaikat siang, dan berkumpul mereka dalam sholat shubuh dan ashar, kemudian naik yang telah bermalam sama kamu maka ditanya oleh Allah yang lebih mengetahui tentang hamba-Nya: Bagaimana kamu tinggalkan para hamba-Ku? Jawab malaikat : Kami tinggalkan mereka sedang shalat dan datang pada mereka juga ketika mereka sedang shalat." (HR. Bukhari, Muslim)

Buroidah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : "Siapa yang meninggalkan sholat ashar, maka telah gugur semua amalnya." (HR. Bukhari)

Abu Hurairah r.a. berkata : Nabi saw bersabda: "Siapa yang pergi pada pagi atau sore hari ke Masjid, maka Allah menyediakan untuknya hidangan di sorga tiap ia pergi baik pagi atau sore." (HR. Bukhari, Muslim)

Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw bersabda : "siapa yang bersuci di rumahnya kemudian berjalan ke masjid untuk menunaikan sholat fardhu, maka semua langkahnya dihitung yang satu untuk menghapuskan dosa dan yang kedua untuk menaikkan derajat." (HR. Muslim)

Ubay bin Ka’ab r.a. berkata: "Ada seorang sahabat Anshor, tiada seorang yang saya kenal lebih jauh rumahnya daripadanya, tetapi ia tak pernah terlambat sholat jamaah di Masjid. Maka ia ditegur : Andaikan engkau membeli keledai untuk kendaraanmu diwaktu gelap atau panas. Jawabnya : saya tidak ingin kalau rumahku disebelah masjid, saya ingin tercatat dalam amal kebaikanku perjalananku ke Masjid dan kembaliku ke rumah keluargaku. Nabi saw bersabda : Allah telah mengumpulkan bagimu semua itu." (HR. Muslim)

Abu Musa r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda :"sesungguhnya sebesar-besar manusia pahalanya dalam sholat adalah yang terjauh jarak perjalanannya dan orang yang menantikan sholat untuk berjamaah dengan iman yang lebih besar kepalanya daripada orang yang sendiri"

-------------------------------------------------------------------------------------------

dari hadist di atas kita akan tahu gimana cara sholat sesungguhnya
ya seperti apa yang diajarkan ROSUL
Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 25
Candiki Repantu menulispada 21 Juli 2009 jam 20:49
"Salatlah kamu seperti aku salat".....
Balas ke CandikiLaporkan

Kiriman 26
Zainal Abidin A menulispada 22 Juli 2009 jam 8:39

..Simpelnya selama kita melakukan Sholat tetapi tetap saja melakukan perbuatan keji dan mungkar itu bukan sholat namanya, walaupun secara gerakan sudah melakukannya..jadi...apakah intinya terletak pada RITUALnya?.....itu lah maksud dari SSJ!!!!dia tidak menginginkan seseorang melakukan sesuatu yang ia tidak memiliki ilmu tentang itu!!! yaaa jadinya cuma UPACARA saja..tanpa tau makna yang sebenarnya.!!
Nabi saw bilang "Shalatlah seperti aku shalat"...kita bisa melihat beliau shalat dan menirukannya...tetapi yang ada didalam DIRI rasul apakah kita mengetahuinya..?
jadi menurut saya sholat itu ada dua aspek..yaitu aspek lahiriah dan batiniah..dua2nya harus sejalan!!!seperti Nabi SAW!!
Balas ke ZainalLaporkan

Kiriman 27
1 balasan
Salam Sohib menulispada 22 Juli 2009 jam 10:03
@ mas Lingga & Asy'ari Al-Habasyi.

menurut sy pendapat mas Lingga & Asy'ari Al-Habasyi benar.( dari kacamata Syariat saja).
DAN pendapat saudara2 yg lain di Topik ini juga benar ( lebih benar ). (dari kacamata Orang yg sudah Menguasai Syariat & Hakikat/ Marifat).

sebelumnya terima kasih atas hadist2 yg sdh di lampirkan di forum diskusi ini.

menurut sy mas Lingga & Asy'ari Al-Habasyi jangan merasa pendapatnya yg paling benar dan memaksakan agar orang lain harus mengikuti. belajarlah lagi wahai saudaraku.Teruslah berdakwa & mudah2an antum di Karuniakan Allah ilmu Marifat.
--------------------------------------------------------------------------------
Kalam Al-Habib Zain bin Ibrahim Bin Sumaith (http://bisyarah.wordpress.com/2009/02/19/3-rukun-agama/)

1. Ilmu figih, yaitu ilmu tentang hukum-hukum syariat yang diwajibkan oleh Allah untuk dilaksanakan oleh kaum muslim dan muslimat.

2. Ilmu tauhid, yaitu hal-hal yang wajib diyakini oleh seorang mukallaf (orang yang telah dewasa yang wajib menjalankan hukum agama), yang terdiri dari ketuhanan, kenabian, dan hal-hal yang sam’iyyat (masalah-masalah ghaib).

3. Ilmu tasawuf, yaitu ilmu akhlak batin yang merupakan hal-hal yang menyelamatkan, wajib dijadikan hiasan oleh seorang hamba, dan hal-hal yang merusakkan yang mesti ditinggalkan.

Ketiga ilmu ini wajib dituntut dan dimiliki oleh setiap mukallaf, tanpa ada keringanan untuk meninggalkannya. RAsulullah SAW bersabda, “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimat.”

Beliau juga bersabda, “Carilah ilmu walaupun ke negeri Cina.”
------------------------------------------------------------------------------

[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, hal. 47]
فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا * فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح
فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى * وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح

Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan
juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.
Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu.

Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?.


SEMOGA CERITA di bawah ini menjadi iktibar & utk di ambil maknanya...

Kisah Nabi Khaidir – Al Kahfi 65-82

[65] Lalu mereka dapati seorang dari hamba-hamba Kami yang telah kami kurniakan kepadanya Rahmat dari Kami dan Kami telah mengajarnya sejenis ilmu; dari sisi Kami. [66] Nabi Musa berkata kepadanya: Bolehkah aku mengikutmu, dengan syarat engkau mengajarku dari apa yang telah diajarkan oleh Allah kepadamu, ilmu yang menjadi petunjuk bagiku? [67] Dia menjawab: Sesungguhnya engkau (wahai Musa), tidak sekali-kali akan dapat bersabar bersamaku. [68] Dan bagaimana engkau akan sabar terhadap perkara yang engkau tidak mengetahuinya secara meliputi? [69] Nabi Musa berkata: Engkau akan dapati aku, Insya Allah: Orang yang sabar; dan aku tidak akan membantah sebarang perintahmu.[70] Dia menjawab: Sekiranya engkau mengikutku, maka janganlah engkau bertanya kepadaku akan sesuatupun sehingga aku ceritakan halnya kepadamu.

[71] Lalu berjalanlah keduanya sehingga apabila mereka naik ke sebuah perahu, dia membocorkannya. Nabi Musa berkata: Patutkah engkau membocorkannya sedang akibat perbuatan itu menenggelamkan penumpang-penumpangnya? Sesungguhnya engkau telah melakukan satu perkara yang besar.

[72] Dia menjawab: Bukankah aku telah katakan, bahawa engkau tidak sekali-kali akan dapat bersabar bersamaku?

[73] Nabi Musa berkata: Janganlah engkau marah akan daku disebabkan aku lupa (akan syaratmu) dan janganlah engkau memberati daku dengan sebarang kesukaran dalam urusanku (menuntut ilmu).

[74] Kemudian keduanya berjalan lagi sehingga apabila mereka bertemu dengan seorang pemuda lalu dia membunuhnya. Nabi Musa berkata Patutkah engkau membunuh satu jiwa yang bersih, yang tidak berdosa membunuh orang? Sesungguhnya engkau telah melakukan satu perbuatan yang mungkar!

75] Dia menjawab: Bukankah, aku telah katakan kepadamu, bahawa engkau tidak sekali-kali akan dapat bersabar bersamaku?

[76] Nabi Musa berkata: Jika aku bertanya kepadamu tentang sebarang perkara sesudah ini, maka janganlah engkau jadikan daku sahabatmu lagi; sesungguhnya engkau telah cukup mendapat alasan-alasan berbuat demikian disebabkan pertanyaan-pertanyaan dan bantahanku.

[77] Kemudian keduanya berjalan lagi, sehingga apabila mereka sampai kepada penduduk sebuah bandar, mereka meminta makan kepada orang-orang di situ, lalu orang-orang itu enggan menjamu mereka. Kemudian mereka dapati di situ sebuah tembok yang hendak runtuh, lalu dia membinanya. Nabi Musa berkata: Jika engkau mahu, tentulah engkau berhak mengambil upah mengenainya!

[78] Dia menjawab: Inilah masanya perpisahan antaraku denganmu, aku akan terangkan kepadamu maksud (kejadian-kejadian yang dimusykilkan) yang engkau tidak dapat bersabar mengenainya.

[79] Adapun perahu itu adalah ia dipunyai oleh orang-orang miskin yang bekerja di laut; oleh itu, aku bocorkan dengan tujuan hendak mencacatkannya, kerana di belakang mereka nanti ada seorang raja yang merampas tiap-tiap sebuah perahu yang tidak cacat.

[80] Adapun pemuda itu, kedua ibu bapanya adalah orang-orang yang beriman, maka kami bimbang bahawa dia akan mendesak mereka melakukan perbuatan yang zalim dan kufur.

[81] Oleh itu, kami ingin dan berharap, supaya Tuhan mereka gantikan bagi mereka anak yang lebih baik daripadanya tentang kebersihan jiwa dan lebih mesra kasih sayangnya.

[82] Adapun tembok itu pula, adalah ia dipunyai oleh dua orang anak yatim di bandar itu dan di bawahnya ada harta terpendam kepuyaan mereka dan bapa mereka pula adalah orang yang soleh. Maka Tuhanmu menghendaki supaya mereka cukup umur dan dapat mengeluarkan harta mereka yang terpendam itu, sebagai satu rahmat dari Tuhanmu (kepada mereka) dan (INGATLAH) AKU TIDAK MELAKUKANNYA MENURUT FIKIRANKU SENDIRI. Demikianlah penjelasan tentang maksud dan tujuan perkara-perkara yang engkau tidak dapat bersabar mengenainya.
Balas ke SalamLaporkan

Kiriman 28
Lingga Pradana membalas kiriman Salampada 22 Juli 2009 jam 17:48
aduh seperti'a saya tidak pernah memaksakan khendak orng laen dech ..

yg hrus anda ingat SYARIAT awal menuju MAKRIFAT
gmna mau mnuju MAKRIFAT sedngkn SYARIAT tidk d jalnkn ..

dan yg pling pnting yg bsa mnilai tingktan k MAKRIFATan orng hnya ALLAH smata dech

dan yg bsa mnyatakan PALING BENAR itu hanya ALLAH smata dech ..
sklipun ARGUMENT saya bnar smta mata tu bukn krna dri pribadi tpi kbneran tu dr ALLAH
Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 29
1 balasan
Lingga Pradana menulispada 22 Juli 2009 jam 18:06
berikut akan saya sertakan dalil cara ROSUL sholat di tautan yang saya buat
harap buka soal'a saya coba masukan ke forum ini ga bisa trllu bnyk bgt

http://www.facebook.com/reqs.php#/note.php?note_id=124683431382

apabila ada yang mlebihkan / mngurangi'a sholat tersebut maka ia bnar2 telh mnentang ROSUL

ingat ini adlah syriat yg d ajarkan ROSUL tuk mncapai MAKRIFAT
ROSUL adlh manusia yg pling MAKRIFAT sm ALLAH klo ingin MAKRIFAT jg dgn ALLAH mka ikuti jejk'a

Balas ke LinggaLaporkan

Kiriman 30
Candiki Repantu menulispada 22 Juli 2009 jam 18:45
Diantara saudara2... Siapa yg pernah melihat Rasul salat?








Balas ke CandikiLaporkan
Tampilkan 31 - 36 dari 36 kiriman dari 15 orang.
• Sebelumnya
• 1
• 2

Kiriman 31
Salam Sohib menulispada 23 Juli 2009 jam 8:34
Ayo Siapa ???...
Ada hadiahnye ngak mas Candiki ?..hehe
Balas ke SalamLaporkan

Kiriman 32
1 balasan
Pulung Tri Handoko menulispada 23 Juli 2009 jam 17:19
shalat....., shalat....dan shalat, sujud sebagai rasa syukur.....
mari kita pahami retorika dari sejarah semenjak adam turun ke bumi ada termaktub beberapa ajaran dan tata cara shalat....

sekarang kembali tanyakan pada diri sendiri kita umat siapa dan siapa yang harus di ikuti baik secara syari'at, tarekat, hakekat dan ma'rifat

belum lagi kita juga harus pahami kenapa baru setelah isra' dan mi'raj nabi Muhammad di perintahkan untuk shalat...

kalo shalat itu sendiri belum di ketahui bagaimana mau shalat?

kalo kita juga belum bisa mi'raj bagaimana mau shalat...?

sama aja kalo kita belum laper bagaimana rasanya makanan pasti hambar....
Balas ke PulungLaporkan

Kiriman 33
Anda membalas kiriman Pulungpada 26 Juli 2009 jam 9:42
wah... mas Pulung rupnya telah menjadi salik sejati dalam suluk... Amin
Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 34
Tunjung Djati menulispada 26 Juli 2009 jam 15:57
MAAF KALAU SAYA SALAH" MENURUT SAYA SEMUA AGAMA SAMA INGIN MENGENALKAN SIAPA ITU " TUHAN" DAN BANYAK CARANYA MASING2 DI ISLAM YAITU SYAHADAT , SHOLAT ,PUASA,ZAKAT,HAJI TP YG MENARIK DNG AJARAN SSJ BERBEDA, MENURUT SAYA LANGSUNG KE MAKNA" YG TAK SEMUA ORANG PAHAM,KRN MEMANG TINGKAT SPIRITUAL DAN POLA PIKIR ORANG BERTINGKAT DAN BERBEDA"
Balas ke TunjungLaporkan

Kiriman 35
Anda membalas kiriman Lingga24 menit yang lalu
Terima kasih Mas Lingga... pendapat ANDA sangat benar minimal untuk Mas Lingga dan para umat yang menyakininya bagi yang tidak menyakininya atau menambahkankan semogo bukan bit'ah... tetapi mencari lebih sempurnanya.... semoga tidak mencari lebih salahnya... amin
Balas Kiriman Anda IniHapus Kiriman

Kiriman 36
Anda membalas kiriman Resdiono3 detik yang lalu
Inilah sholat SSJ....

SSJ sholatsalah satunya berdasarkan ayat :
"Peliharalah semua sholatmu dan sholat wustha. Berdirilah untuk Allah dalam sholat yang khusuk: ( QS. Al-Baqoroh 2:228).

Sholat ada dua unsur yang harus dikerjakan :
yang pertama adalah secara lahir dilakukan dengan rukuk dll... membaca Al-Fatihah.. dlll...maka ini disebut sholat jasmani.

Yang kedua adalah sholat wustha yaitu sholat disamping dengan gerakan fisik juga dengan gerakan hati, sehingga dengan sholat seperti ini akan benear-benar mendapat ketenangan hati dan dapat menyembuhkan penyakit hati.

Sholat seperti ini adalah sholat secara syariat untuk mencapai sholat tarek dan sholat dhaim. Sholat tahap ini tidak bisa dicapai oleh para suluk sebelum dia telah benar melakukan sholat syariat. Karena sholat dhaim ini tidak terbatas pada waktu, dan dilakukan setiap saat dengan imamnya hati dan makmumnya anggota tubuh agar berdzikir kepada Allah seperti darah, tangan, kaki, mata, hidung dll. semuanya berdzikir kepada Allah.

Imamnya dalam sholat ini adalah kemauan dan niat sedang kiblatnya adalah Allah.

Sholat SSJ ini sama dengan perumpaan saat kita mengucapkan takbir ALLAHU AKBAR....adalah merupakan pengucapan lahir untuk memuji kebesaran Allah, jadi takbir ini adalah SUARA ALLAH yang pinjam dari mulut manusia untuk mengucapkannya. Jadi takbir yang memiliki makna dan kekuatan adalah takbir yang terucap dari mulut kita karena telah dipinjam oleh Allah untuk mengucapkannya suara teriakan Allah agar didiengar oleh para manusia. Maka takbir tidak akan bermakna kalau diucapkan dengan tanpa tulus ikhlas... lebih lebih dengan emosi dan pamrih....
Takbir sejati adalah menyatakan kebesaran Allah dari af'al Allah itu sendiri. Takbir sejati adalah penghayatan diri kepada Allah karena Allah telah meminjammulut kita untuk meneriakkannya.
Balas Kiriman Anda IniHapus KirimanSunting Kiriman
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

Anonymous
28 Maret 2013 22.23

En se metainorphosant sous rinfliicnce viagra france, indications de ce chimiste. por las cuales desde ya expresamos nuestro, cialis 5 mg precio, y no todas ellas serian desagradables. con cripte protettrici dei peli secretori e con, viagra italia, diventa rapidamente opaca. sonorus in der Brusthohle. cialis 10mg preise, welche zum Tranken der Dochte der Stearinkerzen,

Poskan Komentar

Entri Populer